Rabu, 03 Juni 2009

Kesuksesan Pemain Sepak Bola Terbaik Dunia 2007/2008

Kesuksesan Pemain Sepak Bola Terbaik Dunia 2007/2008

Sandi Kalih A, 01 Juni 2009

Ricardo Izecson dos Santos Leite (lahir di Brasília, 22 April 1982; umur 27 tahun), lebih dikenal dengan nama Kaká, adalah seorang pemain sepak bola asal Brasil yang kini membela klub AC Milan (bergabung tahun 2003; sebelumnya pada 2001-2003 di São Paulo). Kaká umumnya bermain di posisi gelandang serang ataupun penyerang. Ia dikenal mempunyai dribble yang sangat baik serta umpan-umpan yang akurat. Tinggi badannya ialah 186 cm.
Kaká menikah dengan Caroline Celico pada 23 Desember 2005 di sebuah gereja di São Paulo, Brasil.

 Masa kecil
Kaká dilahirkan di Brasília, Brazil pada tanggal 22 April 1982, ia merupakan anak dari pasangan Simone Cristina dos Santos Leite dan Bosco Izecson Pereira Leite. Kaká mempunyai adik laki-laki, Rodrigo, yang dikenal sebagai Digão, yang mengikuti langkahnya bermain bola di Italia.
Nama panggilannya Kaká, diambil dari bahasa aslinya, Bahasa Portugis, yang diucapkan seperti ejaannya, dengan penekanan pada suku kata kedua yang ditandai dengan aksen. Itu biasa dipakai untuk menyingkat nama "Ricardo" di Brasil, bagaimanapun juga, Kaká mendapatkan nama panggilannya dari adiknya, Rodrigo, yang tidak bisa mengucapkan kata "Ricardo" ketika mereka masih kecil. Rodrigo memanggil kakaknya "Caca" yang kemudian berganti menjadi Kaká. Di Eropa ia dikenal dengan pamnggilan RickyKaka.
Pada bulan September 2000, di usia 18 tahun, Kaká mengalami ancaman pada karirnya dan kemungkinan patah tulang belakang yang menyebabkan lumpuh sebagai akibat dari sebuah kecelakaan kolam renang. Hal yang terburuk tidak terjadi dan Kaká pulih sepenuhnya dari insiden itu. Dia bersyukur kepada Tuhan atas kesembuhannya dan sejak saat itu ia menyumbangkan penghasilannya untuk gerejanya.
 Tim Nasional
Kaká melakukan debut internasionalnya pada bulan Januari 2002 dalam pertandingan melawan Bolivia. Dia adalah bagian dari tim nasional yang menang pada Piala Dunia 2002, tetapi aksinya tidak terlalu terlihat karena hanya bermain 19 menit di babak pertama pertandingan Kosta Rika. Pada tahun 2003, dia menjadi kapten tim dalam turnamen Piala Emas di Amerika Serikat dan Meksiko, memimpin Brasil ke posisi kedua dan membuat gol yang menentukan dalam pertandingan melawan Kolombia. Setelah itu, dia beraksi di Piala Konfederasi 2005, dengan Kaká menciptakan gol dan menang dalam pertandingan final melawan Argentina (dalam perayaan setelah pertandingan, dia dan rekan-rekan setimnya memakai T-shirt dengan tulisan "Jesus Loves You--Yesus mencintaimu" dalam berbagai bahasa.) Dia berhasil mendapat tempat ke-10 dalam voting penghargaan untuk FIFA World Player of the Year 2004. Pada kompetisi tahun 2005, ia naik dua peringkat lebih tinggi. Terakhir, ia membantu Brasil dalam masuk kualifikasi pada Piala Dunia 2006. Kaká semakin matang sebagai pemain dan dianggap sebagai salah satu pesepak bola terbaik dari Brasil. Dia mencatatkan gol pertama Brazil di Piala Dunia 2006 pada pertandingan melawan Kroasia tanggal 13 Juni 2006. Pada 3 September 2006. dia menyumbangkan salah satu gol briliannya untuk tim Brazil setelah melakukan umpan yang membuahkan gol kepada pemain yang baru masuk, Elano Blumer. Kaká mendapat bola dari pantulan sepak pojok Argentina, dan mengambil bola dari ¾ lapangan lalu mencetak gol. Pada 15 November 2006, Kaká dipilih sebagai kapten Brazil dalam pertandingan persahabatan melawan Swiss karena absennya kapten Brasil sebelumnya, Lucio yang disebabkan oleh cedera.
 Piala Dunia 2006
Pada pertandingan pertama Brasil di grup F, Kaká mencetak gol di menit ke-44 saat melawan Kroasia. Tendangan kaki kiri dari jarak 25 meter membuat Brazil meraih kemenangan 1-0. Media menganggap Kaká sebagai satu-satunya anggota dari "magic quintet" – Adriano, Kaká, Ronaldo, Robinho and Ronaldinho yang dihasilkan dalam pertandingan itu. Dan juga ketika melawan Ghana dia mencatatkan dirinya dalam sejarah dengan mengumpan kepada Ronaldo, yang akhirnya menghasilkan gol, sehingga Ronaldo memecahkan rekor Gerd Müller, gol terbanyak di Piala Dunia. Kaká ternyata tidak dapat meneruskan kinerjanya ke pertandingan selanjutnya dan Brasil dikalahkan oleh Perancis di perempat final.

Kesalahan Professional IT Penyebab 10 Kerugian Perusahaan

Kesalahan Professional IT Penyebab 10 Kerugian Perusahaan

Sandi Kalih A, 1 Juni 2009

Jika melihat semakin canggihnya dunia cybercrime, maka ternyata banyak kelemahan yang dihasilkan justru dari orang dalam atau dari pegawai perusahaan yang diserang. John N. Stewart, kepala keamanan dari Cisco telah melakukan survey melalui InsightExpress, sebuah perusahan peneliti pasar yang bertugas mengamati keamanan data bisnis dari kelakuan pegawai dan lingkungan kerja. Survey dilakukan pada 1000 pegawai dan 1000 professional IT dari berbagai industri dan perusahaan yang tersebar di 10 negara, yakni Amerika, Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Cina, India, Australia, dan Brazil, yang di masing-masing negara memiliki perbedaan social budaya, ekonomi, dan adopsi Internet. Berikut hasil pengamatan InsightExpress dari gaya hidup pegawai dan professional IT yang berpotensi merugikan perusahaan :

Mengubah setting keamanan di computer. Satu dari lima pegawai telah mengubah setting keamanan komputernya untuk melewati aturan yang ada sehingga mereka dapat mengakses website yang tidak memiliki otorisasi. Hal ini sering terjadi di Cina dan India, dan terdapat lebih dari 52 persen mereka menjawab, hanya penasaran ingin mengakses website tersebut.


Menggunakan aplikasi yang tidak memiliki otoritas. Tujuh dari sepuluh professional IT mengatakan bahwa pegawainya telah menggunakan aplikasi unauthorized dan website, seperti download music dan shopping online, yang mengakibatkan lebih dari separuh data perusahaan hilang dalam insiden tersebut. Hal ini biasa terjadi di Amerika sekitar 74 persen dan India, 79 persen.


Menggunakan jaringan atau fasilitas yang tidak memiliki otoritas. Dua dari lima orang pegawai IT telah mengakses jaringan atau fasilitas yang tidak sah. Hal ini biasa terjadi di Cina, dan sekitar 14 persen insiden terjadi di bulan ini.

Berbagi informasi rahasia corporate. Satu dari empat pegawai atau sekitar 24% mengakui bahwa mereka secara verbal telah berbagi informasi sensitive dengan non pegawai, seperti teman, keluarga ataupun orang asing. Ketika diselidiki, mereka beralasan, membutuhkan teman berbagi ide, dan mereka kebanyakan tidak menyadari bahwa semua itu adalah salah.

Berbagi device dari perusahaan. Sekitar 44 persen para pegawai IT telah berbagi alat kerja dengan non pegawai, tanpa seizin pihak perusahaan.

Tidak bisa membedakan perangkat kerja dan personal. Dua dari tiga pegawai mengakui telah menggunakan computer kantor setiap harinya untuk keperluan personal, termasuk download musik, shopping online, banking, blogging, chatting, dan sebagainya. Lebih dari 60 persen mereka telah menggunakan email personal untuk melayani pelanggan dan kolega.

Menggunakan device yang tidak terproteksi. Setidaknya satu dari tiga pegawai yang meninggalkan computer mereka log on dan unlocked, ketika mereka tidak berada di meja mereka. Komputer yang ditinggal terutama tanpa log off, dapat membuat insiden pencurian data, akses ke data corporate, dan data personal.

Pencurian login dan password. Satu dari lima pegawai IT menyimpan data login dan password di computer mereka dan menulisnya, kemudian meninggalkannya di meja mereka, ataupun di cabinet yang tidak terkunci, atau ditempel di depan computer. Sekitar 28 persen terjadi di Cina, dan karena ini mereka kehilangan data login dan password untuk account financial personal.

Mengajak orang asing atau teman masuk ke wilayah kantor. Lebih dari satu dari lima professional IT di Jerman atau sekitar 22 persen telah mempersilakan masuk non pegawai di lingkungan kantor. Sekitar 18 persen, orang yang bukan pegawai tersebut telah diperbolehkan untuk memakai fasilitas corporate di balik pegawai.

Kehilangan media penyimpanan portable. Sekitar 22 persen atau satu dari empat pegawai telah membawa data corporate di media portable, di luar kantor. Hal ini 41 persen biasa terjadi di Cina, dan telah menimbulkan resiko untuk kehilangan atau pencurian data perusahaan.

Rekomendasi beberapa step untuk mencegah hilangnya data :

  • Kenali data, atur data dengan baik, ketahui bagaimana data disimpan, diakses dan digunakan
  • Jagalah data, baik corporate atau personal seperti menjaga uang
  • Bagi pemilik perusahaan, beritahu pegawai bagaimana harus melindungi data sama halnya demi mendapatkan uang
  • Membuat kebijakan global secara objektif agar pegawai merasa nyaman ketika harus melaporkan insiden sehingga masalah dapat terselesaikan lebih cepat
  • Membangun kewaspadaan keamanan, edukasi, dan training, juga teamwork untuk proteksi data perusahaan.